Wednesday, June 17, 2026

Studi Kasus - Aplikasi Smart Campus

 





Studi Kasus: Smart Campus Navigation System

Latar Belakang

Universitas XYZ memiliki area kampus yang sangat luas dengan banyak gedung, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, pusat layanan akademik, kantin, area parkir, dan fasilitas pendukung lainnya. Mahasiswa baru maupun pengunjung sering mengalami kesulitan dalam menemukan lokasi tujuan, mengetahui jadwal layanan, serta mengakses berbagai layanan kampus secara efisien.

Selain itu, proses administrasi akademik seperti konsultasi dosen, pengajuan layanan akademik, dan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) masih belum terintegrasi dalam satu platform digital yang mudah digunakan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Universitas XYZ berencana mengembangkan sebuah aplikasi bernama Smart Campus Navigation System, yaitu aplikasi kampus pintar yang dapat membantu mahasiswa menemukan lokasi tujuan, mengakses layanan akademik, mengelola aktivitas kampus, serta memperoleh informasi secara real-time.


Tujuan Sistem

Membangun aplikasi yang mampu:

  • Membantu mahasiswa menemukan rute tercepat menuju lokasi di dalam kampus.
  • Menyediakan informasi gedung, ruangan, dan fasilitas kampus.
  • Mengelola proses konsultasi akademik dengan sistem antrian digital.
  • Menyimpan riwayat aktivitas mahasiswa.
  • Mengelola struktur organisasi kampus.
  • Menyediakan fitur pembatalan (undo) pada proses tertentu.
  • Memberikan prioritas layanan kepada pengguna tertentu sesuai kebijakan kampus.

Pengisian Form



Monday, June 8, 2026

Mencari Jarak Terpendek dengan Graf dan Algoritma Dijkstra

 



Algoritma Dijkstra ditemukan oleh Edsger W. Dijkstra pada tahun 1956 dan dipublikasikan pada tahun 1959 dalam makalah berjudul:

"A Note on Two Problems in Connexion with Graphs"

Dijkstra adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam ilmu komputer. Selain algoritma shortest path, ia juga dikenal karena kontribusinya pada:

  • Pemrograman terstruktur (Structured Programming)
  • Sistem operasi
  • Sinkronisasi proses
  • Semaphore
  • Teori graf

Latar Belakang Penemuan

Pada tahun 1956, Dijkstra bekerja di pusat penelitian matematika Belanda (Mathematisch Centrum) dan diminta untuk menyelesaikan masalah:

"Bagaimana menentukan rute terpendek dari satu kota ke kota lain?"

Saat itu komputer masih sangat terbatas. Dijkstra kemudian merancang algoritma yang sederhana namun efisien untuk mencari jalur terpendek pada graf berbobot positif.

Menurut cerita yang sering dikutip, algoritma tersebut dirancang hanya dalam waktu sekitar 20 menit sambil menikmati secangkir kopi di Amsterdam.


2. Apa itu Algoritma Dijkstra?

Algoritma Dijkstra adalah algoritma Greedy yang digunakan untuk mencari:

  • Jalur terpendek dari satu titik sumber (single source)
  • Ke seluruh simpul lain dalam graf

Algoritma ini bekerja pada:

✅ Graph berbobot (weighted graph)

✅ Bobot bernilai positif

❌ Tidak cocok untuk bobot negatif


3. Konsep Dasar

Misalkan terdapat graph berikut:

       4
A ------ B
| |
2 | | 1
| |
C ------ D
3

Tujuan:

Mencari jalur terpendek dari A ke semua node.


Referensi


Latihan

Sebuah perusahaan layanan Food Delivery ingin meningkatkan kecepatan pengiriman makanan kepada pelanggan. Saat ini pengemudi sering memilih rute berdasarkan perkiraan pribadi sehingga waktu pengiriman menjadi tidak optimal.

Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan ingin membangun sistem yang dapat menentukan rute tercepat dari restoran ke lokasi pelanggan menggunakan Algoritma Dijkstra.





Pengumpulan Tugas


Absensi







Tuesday, May 26, 2026

Binary Search Tree

 



Pengertian Binary Search Tree

Binary Search Tree (BST) adalah struktur data berbentuk tree (pohon) yang digunakan untuk menyimpan data secara terurut sehingga proses pencarian, penyisipan, dan penghapusan data dapat dilakukan dengan lebih efisien.

BST merupakan pengembangan dari struktur data Binary Tree. Setiap node pada BST memiliki maksimal dua anak:

  • Left Child (anak kiri)
  • Right Child (anak kanan)

Aturan utama pada BST:

  1. Semua nilai pada subtree kiri lebih kecil dari node induk.
  2. Semua nilai pada subtree kanan lebih besar dari node induk.
  3. Setiap subtree juga merupakan BST.

Struktur Dasar BST

Contoh BST:

50
/ \
30 70
/ \ / \
20 40 60 80

Penjelasan:

  • Node 50 adalah root.
  • Node 30 berada di kiri karena lebih kecil dari 50.
  • Node 70 berada di kanan karena lebih besar dari 50.
  • Node 20 lebih kecil dari 30.
  • Node 80 lebih besar dari 70.

Tuesday, May 12, 2026

Penggunaan Tree

 






Studi Kasus 1 — Sistem Folder Komputer 

Buatlah aplikasi simulasi sistem folder komputer menggunakan struktur data Tree.

Aplikasi harus mampu:

  • Membuat folder baru
  • Menghapus folder
  • Menampilkan struktur direktori
  • Mencari folder tertentu
  • Menghitung jumlah folder
  • Menampilkan path lengkap suatu folder

Ketentuan

  • Gunakan struktur Tree non-binary (General Tree)
  • Setiap node merepresentasikan folder
  • Implementasikan traversal:
    • Preorder
    • Postorder
  • Gunakan bahasa C++
  • Tampilkan hasil dalam bentuk hierarki seperti sistem operasi



Referensi


Pengumpulan Tugas


Absensi





Studi Kasus - Aplikasi Smart Campus

  Gambar Studi Kasus Studi Kasus 2 , Deskripsi https://drive.google.com/file/d/1Cu6sQl04UjbabM8j35Vl8lUb-wVfup_v/view?usp=drive_link Studi K...